Pada hari rabu pekan lalu, saya mengikuti sebuah kajian umum
ba'da sholat zhuhur di musholla niaga rahmat. Tema kajian umum tersebut adalah
mengenai manajemen waktu yang dibawakan dengan gaya semi training dengan dibantu laptop dan
infocus. Pembicara yang membawakan materi tersebut adalah Bapak Jen (lupa nama
lengkapnya), beliau juga menulis sebuah buku yang masih berkaitan dengan materi
yang dibawakannya (lupa judul bukunya).
Yang akan saya share disini adalah bagaimana seharusnya kita
menggunakan waktu yang kita miliki ini, terutama bagi kita sebagai seorang
muslim. Pertama, terdapat dua
dimensi yang tegak lurus atau orthogonal
(kalkulus banget), yaitu aktivitas Feels Good dan aktivitas DBAS. Aktivitas
Feels Good adalah akvitas yang relatif bagi setiap orang, contohnya, merokok
bagi perokok adalah aktivitas yang Feels Good sedangkan bagi yang bukan perokok
adalah aktivitas Doesn't Feel Good. Aktivitas DBAS – yang dimaksud DBAS adalah
Dunia Bahagia Akhirat Surga – adalah aktivitas yang orientasinya kebahagiaan
dunia dan akhirat (hayo, merokok termasuk aktivitas DBAS atau ngga?).
Dari dua dimensi
tersebut dapat dibentuk empat kuadran, yaitu aktivitas Feels
Good dan DBAS, aktivitas Doesn't Feel Good dan DBAS, aktivitas Feels Good dan
tidak DBAS, dan aktivitas Doesn't Feel Good dan tidak DBAS.

Ok sebagai
seorang muslim tentunya tidak membuang waktu pada aktivitas yang tidak DBAS,
apalagi aktivitas yang sudah Doesn't Feel Good tidak DBAS juga, sungguh amat
rugi kali ya. Lalu bagaimana dengan aktivitas yang DBAS?. Kebanyakan aktivitas
DBAS adalah aktivitas yang biasanya Doesn't Feel Good, contohnya puasa, sholat
malam, zakat, dll. Idealnya aktivitas yang kita kerjakan haruslah yang Feels
Good dan DBAS, Tapi, mungkin ngga banyak dari kita yang Feels Good dalam
aktivitas DBAS-nya. Lalu gimana?, dari pembicara sendiri menekankan bahwa kita
harus tetap mengerjakan aktivitas yang DBAS seolah-olah kita Feels Good
melakukannya, jangan sampai karena kita ngga Feels Good, kita ngga melakukan
aktivitas yang DBAS. Mudah-mudahan apabila kita merasa seolah-olah Feels Good
dalam aktivitas yang DBAS maka selanjutnya kita bisa merasa Feels Good.
Selain dapat
dilihat dari dimensi Feels Good dan DBAS, aktivitas kita juga dapat dilihat dari
dimensi Important dan dimensi Urgent. Aktivitas Important ditinjau dari sudut
kepentingan aktivitas tersebut terhadap tujuan kita, sedangkan, aktivitas
Urgent ditinjau dari sudut waktu dari aktivitas tersebut. Dari kedua dimensi
tersebut juga dapat dibentuk matriks bujur sangkar 2x2 (apa coba...), yaitu
aktivitas Important dan Urgent, aktivitas Important dan Not Urgent, aktivitas
Not Important dan Urgent, dan aktivitas Not Important dan Not Urgent.

Perlu
kita sadari, idealnya kita harus lebih mendahulukan aktivitas yang Important
dari aktivitas yang Urgent, karena aktivitas yang Important terkait dengan
tujuan, sedangkan aktivitas yang Urgent terkait dengan masalah waktu saja. Lalu
dari matriks Important-Urgent tersebut kebanyakan dari kita lebih mementingkan
aktivitas yang Important dan Urgent, padahal waktu kita bisa lebih berkualitas
apabila kita melakukan aktivitas Important tapi Not Urgent, artinya kita
me-manage aktivitas Important kita sehingga tidak menjadi Urgent. Bagaimana
juga dengan aktivitas yang Not Important?, sebaiknya kita bisa mengurangi
aktivitas tersebut, apalagi aktivitas yang Not Important dan juga Not Urgent.
Al-qur'an sendiri banyak memperingatkan kaum mu'min untuk menjauhi aktivitas
yang tidak berguna atau Not Important, dan karena waktu sudah berjalan tidak
akan kembali lagi maka seharusnya kita dapat memanfaatkan waktu yang telah
diberikan oleh Allah SWT untuk aktivitas yang membawa kita bahagia di dunia dan
di akhirat.