Tulisan ini disarikan dari sebuah buku yang berjudul Halal,
Berkah, Bertambah, Mengenal dan Memilih Produk Investasi Syariah oleh Ahmad
Gozali dan dari sedikit pengetahuan penulis sendiri.
Secara umum, banyak sekali
jenis investasi, namun saya mencoba membaginya kedalam dua kategori, yaitu
investasi dunia dan investasi akhirat. Tulisan ini mencoba membahas mengenai
investasi dunia yang memenuhi kaidah syariah Islam seperti yang juga dijelaskan
pada buku tersebut.
Sebenarnya kita sudah cukup paham tentang investasi, seperti
belajar merupakan suatu bentuk investasi, berdagang juga merupakan suatu bentuk
investasi, dan banyak lagi. Tetapi investasi yang coba dijelaskan disini adalah
investasi dengan menggunakan produk keuangan. Investasi dengan menggunakan
produk keuangan sebenarnya juga kita sudah cukup familiar karena kita sudah
melakukannya, contohnya seperti menabung di bank. Namun, bagaimana dengan
produk keuangan yang lain seperti deposito, saham, reksa dana, asuransi, dan
yang lainnya.
Kenapa sih kita perlu investasi?, sebenarnya pertanyaan ini
sangat tricky, dan masing-masing dari kita memiliki jawaban masing-masing.
Namun secara umum kita perlu investasi untuk beberapa hal yaitu kenyamanan,
kepastian, dan perlindungan. Contohnya, kita merasa nyaman apabila harta kita
bertambah, kita merasa memiliki kepastian apabila masa depan kita dan anak-anak
kita terjamin, dan kita merasa terlindungi
secara finansial apabila terjadi sesuatu musibah. Dan yang cukup
penting, dengan investasi kita dapat membantu menggerakkan roda perekonomian,
ibarat darah yang mengalir didalam tubuh manusia, uang yang diinvestasikan
merupakan darah yang mengalir dalam ekonomi masyarakat, apabila uang tersebut
kita simpan saja maka tentu saja roda ekonomi akan mati.
Investasi sendiri bukan berarti tanpa resiko, hampir semua
aktivitas yang kita lakukan juga memiliki resiko tertentu, belajar ada
resikonya, berdagang juga ada resikonya, begitu pula investasi yang kita
lakukan juga ada resikonya. Sebenarnya resiko dari investasi sendiri dapat kita
hindari atau minimal dapat kita minimalisir efek dari resiko tersebut, namun
resiko terbesar yang menjadi hambatan adalah diri kita sendiri yang tidak mau
berinvestasi, yang bisa jadi karena kurang pengetahuan dalam berinvestasi.
Oke deh, setelah sedikit penjelasan mengenai investasi, maka
sekarang kita masuk ke prinsip investasi itu sendiri. Prinsip yang pertama
adalah Halal, sebagai muslim tentu kita harus memperhatikan kaidah syariah dalam
berinvestasi, karena hal ini yang menyebabkan investasi kita diterima sebagai
amal baik dan mendapat berkah dari Allah SWT. Yang termasuk halal disini,
investasi tersebut harus bebas dari unsur judi, ketidakjelasan, haram, riba,
dan bathil(tidak adil). Jika investasi kita sudah dipastikan bebas dari hal-hal
tersebut, maka kita berlanjut ke prinsip yang kedua. Prinsip yang kedua adalah
Berkah, berkah disini artinya lebih banyak membawa manfaat atau kebaikan kepada
orang lain. Dengan manfaat yang lebih banyak, berarti kita juga lebih banyak
membantu perekonomian masyarakat dan bangsa kita. Prinsip yang terakhir adalah
Bertambah, tentu saja harta yang kita investasikan harus bertambah, apa gunanya
kita berinvestasi apabila harta yang kita investasikan tidak bertambah, ya
ngga...
Investasi kemana?, Sebenarnya banyak sekali produk keuangan
yang dapat menjadi sarana untuk investasi kita. Pertama adalah produk
perbankan, produk perbankan yang umum adalah tabungan dan deposito, beda antara
keduanya adalah pada deposito, investasi kita di kunci dalam jangka waktu
tertentu tetapi tentunya bagi hasil deposito lebih besar daripada tabungan
biasa. Kedua adalah produk pasar modal, produk pasar modal biasanya adalah
saham dan obligasi. Ketiga adalah produk reksa dana, reksa dana hampir mirip
dengan pasar modal, bedanya investasi kita dikelola oleh orang lain yang
disebut dengan manajer investasi, Keempat adalah produk asuransi, sekarang ini
asuransi tidak hanya untuk perlindungan
semata, tetapi telah ditambahkan sisi investasinya. Lebih jauh tentang
produk keuangan yang saya sebutkan diatas, mungkin kita bisa mencari referensi
sendiri untuk menambah pengetahuan kita.
Terakhir yang perlu
ditekankan, setelah investasi kita berjalan dengan baik, dan investasi kita
bertambah nilainya, maka ada hak orang lain pada harta yang kita investasikan
tersebut, karena itu perlu dikeluarkan zakatnya untuk membersihkan harta yang
kita miliki. Dengan zakat berarti kita juga telah melakukan investasi yang
sesungguhnya, yaitu investasi akhirat
.