Akhir-akhir ini bangsa Indonesia
semakin akrab saja dengan apa yang namanya bencana alam. Jika kita lihat
beberapa tahun yang lalu, tsunami, gempa bumi, longsor, semburan lumpur hingga
sampai banjir yang terjadi sekarang, semua terjadi di Indonesia. Bencana alam yang
terjadi bukan hanya di bagian atau
daerah tertentu saja tetapi hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Dari seminggu yang lalu, saya sering sekali mendapatkan tausiyah atau
nasihat mengenai fenomena bencana yang terjadi. Sebenarnya apakah yang
terjadi?, apakah alam sudah tidak bisa
bersahabat lagi dengan manusia atau memang bencana ini merupakan suatu
azab yang diturunkan Allah SWT kepada hambanya?. Pertanyaan tersebut mungkin
sering sekali terlintas dibenak kita, namun sebagai seorang muslim kita perlu dan
harus yakin serta optimis terhadap apa yang telah menjadi kehendak-Nya.
Banyaknya bencana yang terjadi mungkin membuat kita termasuk saya sendiri
terpancing untuk saling mencari siapa yang paling berhak untuk disalahkan. Namun,
sejarah para anbiya mengajarkan kita berani untuk mengakui kesalahan sendiri
sebelum berani mencoba menyalahkan pihak
lain. Nabi Adam sendiri tidak menyalahkan iblis ketika terusir dari surga, Nabi
Yunus juga tidak menyalahkan orang-orang yang berada di dalam kapal ketika Beliau
tenggelam dan dimakan oleh ikan besar di laut. Mereka mengakui bahwasanya Maha
suci Engkau ya Allah, sesungguhnya kami telah menzholimi diri kami sendiri.
Seperti yang telah tertulis dalam Alqur’an bahwa semua bencana yang terjadi
adalah akibat dari kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia, tangan-tangan
yang tidak bertanggung jawab telah merusak alam dan lingkungan. Jika kita
pernah merusak alam dan lingkungan berarti kita sendiri juga menjadi penyebab
terjadinya bencana sehingga bencana tersebut datang menghampiri kita.
Teman, sesungguhnya orang-orang yang beriman tidak akan dibiarkan saja
mengatakan dirinya telah beriman sebelum datang suatu ujian dari Allah untuk
membuktikan keimanannya. Sesungguhnya, ketika kita ditegur oleh Allah, maka itu
menunjukkan bahwa Allah sangat sayang dengan kita dan tidak ingin kita
terperosok ke jurang yang lebih dalam.
Jangan pernah berfikir dan mencoba untuk mengatasi semuanya karena hal
tersebut tidak mungkin dapat terjadi. Mari berfikir dan mencoba menyikapi
cobaan bencana ini dengan baik, yaitu dengan melakukan instrospeksi diri,
melakukan perbaikan dan menolong sesama, serta menyerahkan semuanya kepada
Allah SWT. Mudah-mudahan dengan penyikapan kita tersebut Allah berkenan
mengatasi semua bencana ini untuk kita hamba-Nya. Waallahu’alam bish Shawwab.